Life is Hard
Juli, 2018 liburan sekolah pun tiba. Sudah kutunggu-tunggu dari lama , akhirnya sampai juga. Perencaan untuk liburan ke tempat temanku sudah matang. Walau ada sedikit ketidakpastian akibat orangtuaku yang tidak membolehkannya. Liburanku kali ini bukanlah liburan biasa, tetapi akan menjadi pengalamanku yang sangat luar biasa.
Aku dan temanku "erik" akan segera pergi ke tempat temanku "sisco". Sayangnya temanku yang satu lagi tidak bisa ikut. Tinggal menunggu jemputan , dan kita akan langsung berangkat. Menaiki mobil pick up atau yang biasa disebut losbak , kami berangkat. Hari sudah mulai gelap dan kami masih berada di losbak yang penuh barang. Sangat melelahkan setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, akhirnya kami sampai ke tempat tujuan. Langsung kami minta tempat untuk beristirahat, karna kami akan bekerja besok.
Pukul enam pagi pun , kami bangun dan bersiap untuk bekerja. Membuka toko dan membereskannya. Ya , kami bekerja ditoko material ayahnya sisco di Tanjung kait , Banten. Ayahnya sisco sangat baik sekali, dia banyak mengajarkan kami banyak hal. Tempatnya pun lumayan luas , nyaman, dikelilingi dengan kebun dan sawah. Kami melakukan banyak hal, seperti menghitung barang-barang , memindahkan barang , mengantarkan barang , dan masih banyak lagi. Disana pun kami bertemu dengan neneknya sisco. Dia menyambut kami dengan sangat baik. Memasak menjadi hal kesukaannya. Makanan selalu tersedia karena neneknya. Walau, ada beberapa hal dari sifatnya yang kurang baik. Jam sudah menunjukan pukul lima sore. Saatnya untuk menutup toko. Kulihat wajah mereka sudah nampak kelelahan. Akupun juga. Saatnya untuk beristirahat dan bersiap untuk besok.
Matahari pun mulai naik , kami pun segera bergegas lagi untuk membuka toko. Ternyata yang ada beberapa orang yang bekerja ditempat itu juga. Tak kusangka ayahnya sisco mau menerima dan memberi sedikit rejekinya untuk kami, karna menurutku itu terlalu ramai orang. Kami mulai bekerja. Membantu selagi kami bisa. Sama seperti kemarin , kami menghitung jumlah barang , mengantarkan beberapa material seperti batu, semen , dan lainnya. Ternyata ini cukup melelahkan. Dan akhirnya jam sudah menunjukan pukul lima. Saatnya menutup toko dan beres-beres toko. Selagi kami jalan mau masuk kedalam rumah , ayahnya sisco pun memanggil kami dan dia mengajak makan diluar dengan kami. Langsung kami jawab iya , karna kami sudah kelaparan. Pada saat kami mau menaiki mobil losbak, ada satu karyawan yang duduk disana. Kami mendekati dan bertanya "abang sedang apa?". Dia mengajak kami naik mobilnya , lalu dia bercerita. Namanya ialah Endang, kami memanggilnya bang Endang.
Dia bercerita kepada kami selama dia bekerja disana. Bahwa dia senang bisa mendapat pekerjaan yang lumayan membantu untuk kehidupan dia. Walau kadang dia sering lembur untuk melakukan pekerjaan yang belum selesai. Ayahnya sisco pun baik sama bang endang. Ternyata memang ayahnya sisco ini suka mengajak bang endang makan diluar. "Bekerja disana pun kadang menyenangkan" , kata bang endang. Asal kita mau berusaha dan selalu happy disaat kita melakukan apapun itu. Bang endang mempunyai satu istri dan dua anak. Dia tinggal dibelakang tempat ia bekerja. Ingin sekali kami kunjungi rumahnya dan kami ingin berbincang-bincang banyak lagi. Dua jam kami di losbak , akhirnya sampai juga ditempat yang aku tidak ketahui. Dipesan makanan dan kami langsung melahapnya dengan cepat. Perut sudah kenyang , dan kami pulang lagi kerumah. Dua jam lagi kami tunggu , dan sampainya disana kami langsung menyiapkan diri untuk tidur.
Hari Ketiga kami disini. Membuka toko lagi , dan berberes lagi. Sudah wajib kami lakukan dipagi hari. Pekerjaan kami sedikit berbeda dari kemarin. Kalo kemarin kami mengurus toko, hari ini kami disuruh untuk mengurus kebun ayahnya sisco. Menyiramnya , lalu membuang sampah yang ada disana, mencabut rumput yang tidak berguna. Matahari mulai naik keatas , jam sudah menunjukan pukul duabelas. Panas terik pun menyinari kami , tapi kami tetap berusaha untuk menyelesaikannya walau sangat panas. Setelah sangat lama disana , kami pun selesai dengan pekerjaan kami. Kami pun melanjutkan mengurus toko sampai jam lima sore nanti. Sudah terbiasa pukul lima , untuk menutup toko dan membereskannya. Lagi-lagi ayahnya sisco mengajak kami untuk makan diluar, tapi kami sebenarnya tidak mau , karna sangat jauh perjalanan hanya untuk makan , dan menunggu itu tidak enak. Tapi mau bagaimana lagi , dengan berat hati dan menahan rasa lapar kami tetap ikut dengannya. Kedua kali kami pergi malam-malam keluar untuk mencari makan. Bang endang pun ikut dengan kami. Bang endang kali ini membawa anaknya. Anaknya sangat lucu , dia sudah berumur lima tahun. Bercanda tawa dengannya. Rasa lelahku sedikit berkurang karna bisa bercanda tawa dengan mereka. Ya , memang sangat melelahkan bekerja dari pagi sampai sore , malam-malam pun kami tidak beristirahat karna diajak makan keluar. Tetap harus kulakukan kewajibanku selama kubekerja disana. Langit sudah sangat gelap. Sangat jauh kami pergi hari ini. Sampai temanku tidur dilosbak yang keras. Dan akhirnya sampai pun. Makan , lalu kami pulang lagi. Itu yang biasa ayahnya sisco lakukan. Kami harus mengikuti hal yang kurang enak bagi kami. Pukul satu subuh kami baru sampai dirumah. Tak kusangka sampai jam segini kami keluar. Setelah sampai , kami langsung tergeletak dikasur.
Tidur yang kurang , kamipun tetap harus bangun untuk bekerja. Seperti kemarin lagi. Membuka toko lalu membereskannya. Hari terakhir kami bekerja disini. Waktu berputar cepat sekali. Kali ini kami disuruh untuk membantu bang endang. Membantunya supaya pekerjaanya cepat selesai. Ada beberapa proyek disana yang sedang dibuat. Ya , kali ini kami bekerja dengan bang endang. Sangat senang , bisa membantu dan menyelesaikan beberapa pekerjaan bang endang. Kami lihat , bang endang sangat lelah karna dia yang banyak mengurus toko dan menyelasaikan beberapa proyek dengan kekuatannya sendiri. Dia selalu bekerja keras untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Bang endang sangat patuh dicontoh akan kerja kerasnya , tanggung jawabnya. Tidak kenal lelah dan kadangpun ia rela tidak makan demi anak dan istrinya makan. Bekerja dari pagi sampai malam hanya untuk mencari uang. Betapa susahnya menghidupi dan memberi makan beberapa orang. Kita harus bersykukur akan orang tua kita yang sudah susah payah mencari nafkah untuk kita , menyekolahkan kita. Mencari nafkah gasemudah yang kukira. Tidak semudah seperti memetik daun. Mengeluarkan tetes keringat demi lembaran uang. Waktu sudah sore , menutup toko , lalu kami bersiap untuk pulang kerumah kami masing-masing.
Belajar dari pengalaman tadi. Kita harus bersyukur dengan setiap apa yang kita punya. Tidak usah melebih-lebihkan. Bekerja pun tidak seenak yang dikira orang. Sangat melelahkan setiap hari harus mengeluarkan kekuatan. Berterimakasihlah dan berlututulah pada orang tuamu, karna dia selalu bekerja dan melalukan segalanya untukmu.
